Suwarno belum menyakini bila anaknya telah meninggal. Untuk memastikan hal itu, Suwarno mengutus anak lainnya berangkat ke Jakarata untuk mencari kepastian nasib Putty.
Paman korban, Achmad Junaedy mengatakan, pihak keluarga sangat berharap Putty bisa segera ditemukan. Mereka pasrah dengan nasib korban jika dinyatakan telah meningal dalam kecelakaan tersebut. “Keluarga butuh kepastian. Kalau meninggal dunia jasadnya bisa cepat ditemukan supaya bisa dimakamkan di kampung halaman,” katanya.
Putty merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Suwarno dan Suwarni. Putty terbilang cukup cerdas dan beberapa kali menyabet prestasi, seperti wisuda terbaik kedua di SMA Negeri 1 Dempet dan mewakili sekolah sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada tahun 2015.
Setelah lulus SMA, Putty menempuh pendidikan di LPP Graha Wisata Semarang di bidang pramugari. Saat kecelakaan terjadi, Putty telah mengikuti lima kali terbang di pesawat komersil.