KENDAL, iNews.id - Suasana duka menyelimuti rumah Suminah di Dusun Rejomulyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Cepiring, Kendal, Jawa Tengah. Rumah Suminah mulai ramai didatangi kerabat dan tetangga menyusul insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang di Perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).
Suminah merupakan ibu kandung dari AKBP Mito, salah satu dari 181 penumpang pesawat Lion Air nahas tersebut. Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu kepastian nasib AKBP Mito yang bertugas di Mapolda Bangka Belitung (Babel).
Saat kejadian, AKBP Mito hendak pulang ke Pangkalpinang setelah reuni dengan teman satu angkatan di Jakarta. Keluarga baru mendapatkan kabar jika anak keempat dari enam bersaudara itu termasuk salah satu penumpang pesawat nahas tersebut.
Adik korban, Murtiningsih menuturkan, terakhir kontak dengan kakaknya dua pekan silam saat ada tugas di Jakarta dan pulang ke rumah orang tuanya di Cepiring. “Saya sih masih berharap, kakak saya ini bisa ditemukan dalam kondisi selamat. Saya baru dapat kabar ini dari istrinya yang menunggu di Jakarta,” katanya.
Menurut Murtiningsih, dua pekan sebelum peristiwa nahas itu terjadi, keluarga mendapat firasat saat korban pulang ke Kendal. Saat itu, AKBP Mito membawa seragam lengkap dinas kepolisian, bahkan satu seragam lengkap tersebut ditinggal di rumah orang tuanya. “Katanya seragam polisi itu akan dipakai lagi pas pulang nanti,” katanya.