Empat korban tewas masing-masing Nayla Dwi Kartika (10), Mukamat Sakroni (51), Dalni (51) dan Shazia Belvania Mutia (2). Sementara itu, pengemudi mobil, Kardi (50), selamat dan mengalami luka ringan.
PT KAI Daop 4 Semarang menyampaikan, akibat kejadian tersebut, KA Argo Bromo Anggrek sempat Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB untuk pemeriksaan sarana.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), KA Argo Bromo Anggrek berangkat kembali dari Stasiun Kradenan pada pukul 02.56 WIB,” ujar Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif dikutip dari iNews Semarang.
KAI Daop 4 Semarang juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur kereta api, sesuai dengan Pasal 181 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api serta menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain angkutan kereta api.
Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 4 Semarang akan terus meningkatkan sosialisasi keselamatan, baik di internal maupun eksternal, guna menekan angka kecelakaan.
“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” ucapnya.