Setelah lulus SMA dan mulai memasuki dunia perkuliahan, Femy memberanikan diri mengikuti pemilihan Duta Wisata Kabupaten Sragen 2018. Kala itu, rasanya susah karena dari atlet panahan ke terjun ke dunia duta wisata.
Ia belum bisa sepenuhnya percaya diri karena merasa sebagai cewek tomboy. Dua hal yang berbeda antara dunia olahraga dan dunia duta wisata, membuat Femy harus melakukan penyesuaian.
“Seperti dua kepribadian berbeda, yang satu atlet di lapangan, anak bau matahari, kalau yang satu lebih jaga image, wangi, lebih berpenampilan, dan lebih menarik untuk dipandang. Tapi kemudian gimana sih cara aku untuk bisa mengubah itu. Nah, aku ikut kelas modelling karena dari jiwa yang tomboy tidak mungkin bisa switch semudah itu,” ucap Femy.
Femy benar-benar melangkah dari nol karena sebelumnya tidak pernah mengikuti kompetisi serupa. Bahkan, dirinya tidak memiliki rok selain rok sekolah. Dirinya harus belajar banyak agar bisa menjadi duta, seperti catwalk, duduk yang baik, belajar biar enak ketika dipandang orang, public speaking dan berbagai materi lainnya.
Mahasiswa semester 7 ini sempat minder karena bertemu dengan finalis hebat yang memiliki segudang prestasi. Sebagian juga sudah kuliah dan bekerja, sedangkan Femy saat itu masih berusia 17 tahun.