Arfemisantya Yoana Ramadhani, Mahasiswa Cantik dengan Jejak Atlet Panahan dan Duta Wisata
Kemudian juara 2 panahan U16 putri jarak 30m Porkab Sragen, juara 2 panahan U16 putri Jarak 40m Porkab Sragen, dan juara 2 panahan U16 putri jarak 50m Porkab Sragen. Menjadi atlet harus siap dengan berbagai konsekuensi, terlebih panahan merupakan olahraga yang dilakukan di luar lapangan, di bawah terik matahari.
Salah satu pengalaman paling berkesan baginya saat Kejurprov 2015 di Semarang. Saat pertandingan dimulai, cuaca sangat cerah dan terik, kemudian pada pukul 13.00 WIB tiba-tiba hujan deras. Sementara pertandingan harus tetap berjalan dan tidak dapat ditunda. Jadi, ia memanah sambil hujan-hujanan.
“Sudah ditunda setengah jam tapi hujan tidak reda, sementara perlombaan harus tetep lanjut. Pagi sampai siang badan sudah panas kena sinar matahari, pas hujan berteduh sebentar. Terus selama dua jam dari jam 13.00-15.00 WIB memanah sambil hujan-hujanan karena tidak bisa dipending. Dari jam 15.00-16.00 WIB hujan reda dan panas, jadi badan dari panas, hujan, basah ke panas lagi. Badan rasanya tidak karuan, pulang dari itu sakit,” ucapnya.
Mengenai awal mula tertarik mengikuti ajang duta wisata, ketika itu dirinya meraih juara di Porkab Sragen. Ia melihat duta wisata yang pada saat itu sedang bertugas. Selain itu, dirinya juga termotivasi tantenya yang pernah menjadi Duta Wisata Sragen pertama tahun 1990.
“Seru ya liat kakak-kakak duta wisata, bisa ikut event di kabupaten, cantik-cantik, ganteng-ganteng. Punya pengalaman lebih dari yang lain, kenapa aku tidak mencoba ke arah sana,” tuturnya.