Apresiasi UPKSAI Kota Semarang, Unicef Bantu 5 Box Recreational dan Hygine Kits

Ahmad Antoni
Unicef mengapresiasi Pemerinta Kot aSemarang yang telah meresmikan Unit Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (UPKSAI) Kota Semarang. (Istimewa)

“Karena menyangkut multi aspek kehidupan dan tidak ada lembaga tunggal yang memiliki mandat (dan kapasitas) melayani semua aspek dalam layanan kesejahteraan sosial dan perlindungan anak. Kehadiran UPKSAI ini untuk mengoptimalkan mandat dalam penyediaan layanan sosial dasar wajib bagi anak, dengan menstrukturkan kolaborasi layanan, serta mengkoordinasikan sumber solusi untuk kesejahteraan dan perlindungan anak,” ujarnya.

Sementara, dalam launching UPKSAI tersebut, Unicef juga menyerahkan bantuan berupa 5 box Recreational Kits sebagai bentuk dukungan dalam penanganan masalah anak di masa pandemi Covid-19. Dan Hygine Kits sebagai bentuk dukungan kepada UPKSAI Kota Semarang dalam rangka mendukung upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Muthohar menyebut data per Maret 2020, terdapat 479.041 anak-anak yang tercatat di Kota Semarang. Jumlah ini adalah 29 persen dari jumlah total penduduk Kota Semarang yang mencapai 1.674.858 jiwa.

Dari jumlah anak-anak tersebut, tercatat baru 92 persen anak (data per Desember 2019) yang telah memiliki akte kelahiran sebagai identitas kenal lahir sah anak. Atau sama artinya masih ada sekitar 38 ribu lebih anak di Kota Semarang yang belum memiliki akte kelahiran.

Sedangkan anak dengan status penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kota Semarang menurut Kadinsos, tercatat ada 122 anak (data per Oktober 2020) yang masuk dalam kasus perkawinan anak. Lalu terdapat 30 anak (per November 2020) yang mengalami kekerasan, serta 5 kasus anak yang berhadapan dengan hukum (per November 2020).

“Ada juga anak-anak dengan keterbatasan atau disabilitas yang jumlahnya mencapai 1.123 anak. Mereka semua ini akan menjadi tanggung jawab UPKSAI untuk menjamin pemenuhan hak-hak mereka sebagai anak,” ujar Muthohar.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

21.000 Peserta BPJS PBI di Jogja Dinonaktifkan Kemensos, Ini Respons Pemkot

57 tahun lalu

Atasi 26 Masalah Bangsa, Kemensos Perkuat 635 Pendamping Sosial

57 tahun lalu

Erupsi Gunung Semeru, 1.350 Porsi Makanan Dibagikan untuk Pengungsi Setiap Hari

57 tahun lalu

Cair Oktober! Ini 2 Cara Cek Bansos BNPT 2025 Rp600.000, Mudah Bisa lewat HP

57 tahun lalu

Daftar 7 Tokoh Minang Diusulkan ke Kemensos Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal