"Alhamdulillah dari enam rumah pompa di Sungai Tenggang, semuanya sudah menyala, hanya dua pompa di Sungai Sringin ini yang harus diperbaiki. Saya minta secepatnya, jadi kalau nanti hujan lebat tiba, kita sudah siap," ucapnya.
BACA JUGA: Sampah Menyumbat Aliran, Tanggul Sungai di Kudus Jebol
Ganjar menjelaskan bahwa keberadaan rumah pompa penyedot air menjadi bagian proyek penanggulangan banjir di Kota Semarang yang sudah lama direncanakan. Ganjar berharap proyek ini bisa menjaga Semarang dan Jateng bebas dari banjir saat musim hujan.
"Alatnya sudah canggih, tinggal kita berdoa agar curah hujan tidak terlalu tinggi. Masyarakat juga harus terlibat untuk menjaga fasilitas ini," katanya.
Di Jawa Tengah, lanjut Ganjar, sebenarnya potensi-potensi banjir sudah terdeteksi dan proyek penanganan sudah dilakukan. Namun menurutnya ada beberapa yang belum selesai digarap.
"Seperti di Pekalongan, kami sedang buatkan tanggul laut, tapi proyeknya belum selesai, jadi daerah Pekalongan siap-siap banjir kalau curah hujan tinggi," ucapnya.