Mirna mengatakan, akun tersebut jelas bukan miliknya dan diduplikat oleh orang lain dengan mengambil foto profil, serta namanya.
Karena banyak mendapat keluhan tersebut, bupati meminta kepada Polres Kendal untuk melacak pembajak akun Facebook tersebut. “Akun tersebut duplikat dan sengaja dibuat untuk mencari keuntungan dengan mencatut nama Bupati Kendal,” kata Mirna, Senin (1/4/2019).
Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita menjelaskan, dari hasil pelacakan akun tersebut dan rekening yang dikirimkan ke korban tercatat rekening dibuat di Wonosobo. Sementara pelacakan telepon genggam yang digunakan akun tersebut berada di Lampung, serta masih aktif.
Kapolres Kendal meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak langsung percaya dengan pesan yang diterima. “Lebih baik konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten Kendal untuk mengantisipasi tindak penipuan,” katanya.
Camat Pegandon, Sumartoyo yang menerima pesan dari pelaku duplikat akun Facebook bupati sudah curiga. Awalnya, dia mencoba memancing untuk menyebutkan nomor telepon genggam dan rekening yang akan dikirim.
“Dari pesan yang saya terima akun duplikat ini meminta untuk mengirim uang Rp10 juta karena akan digunakan untuk membantu panti asuhan,” katanya.