Aktivitas Gunung Dieng Masih Fluktuatif, Ini yang Harus Diperhatikan

Elis Novit
Antara
Kondisi Kawah Sileri di Kabupaten Banjarnegaa, Jateng, Selasa (17/1/2023) pagi yang terpantau melalui kamera CCTV Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dieng. Antara/HO-Pos PGA Dieng

Terkait dengan aktivitas kegempaan, Aziz mengatakan untuk gempa tektonik lokal tercatat 66 kali dengan amplitudo 5,3-42,7 milimeter, delay time (S-P) 0,56-18,4 detik, dan durasi 5,92-57,03 detik.

Sedangkan untuk gempa tektonik jauh tercatat sebanyak satu kali dengan amplitudo 10,7 milimeter, S-P tidak terbaca, dan durasi 65,5 detik.

"Dalam pengukuran konsentrasi gas CO2 di Kawah Sikendang tercatat minimal 0,121 persen volume dan maksimal 0,136 persen volume serta rata-rata 0,13 persen volume, sedangkan di Kawah Timbang tercatat minimal 0,395 persen volume dan maksimal 0,9 persen volume serta rata-rata 0,558 persen volume," katanya.

Sementara dalam pengukuran suhu Kawah Sileri, di Kabupaten Banjarnegara, kata dia, tercatat minimal 67,9 derajat Celcius dan maksimal 68,7 derajat Celcius serta rata-rata 68,3 derajat Celcius, sedangan suhu tanah Kawah Sileri tercatat minimal 22,7 derajat Celcius dan maksimal 23,4 derajat Celcius serta rata-rata 22,9 derajat Celcius.

Ia mengatakan berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Gunung Dieng hingga saat ini masih berstatus Waspada sehingga PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri pada jarak 1 kilometer dari bibir kawah.

"Masyarakat juga direkomendasikan untuk tidak mendekati kawasan sektor barat daya, selatan, dan tenggara Kawah Timbang dalam jarak 500 meter serta waspada jika melakukan penggalian tanah di sekitar Kawah Timbang agar terhindar dari aliran gas CO2 yang sangat berbahaya bagi kehidupan," tegasnya.

Selain itu, masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki kawah-kawah di kompleks Dieng yang dapat berpotensi terjadi erupsi freatik berupa semburan lumpur atau lontaran material, juga kawah-kawah dengan konsentrasi gas vulkanis yang tinggi dan berbahaya bagi kehidupan. 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Tebal Membubung Setinggi 400 Meter

57 tahun lalu

Gunung Ibu Erupsi Setinggi 500 Meter, Warga Diminta Jauhi Kawah

57 tahun lalu

Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Semburkan Abu 1.000 Meter, Status Siaga

57 tahun lalu

Gunung Semeru Erupsi Muntahkan Abu Vulkanik 800 Meter, Waspadai Awan Panas

57 tahun lalu

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas 2 Kilometer, Status Siaga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal