“Saya sempat memancing orang tua, anak-anak saya ajak sepedaan pada 1 Juni, ternyata pada protes. Besok saja kalau sudah aman, begitu masukannya. Berarti mereka sadar anak-anak mudah tertular virus ini,” ucap Rudy.
Dia pun menampik anggapan anak-anak memiliki kekebalan lebih terhadap virus tersebut. Di samping itu, saat ini masih ada dua anak balita yang dirawat di rumah sakit lantaran tertular virus SARS CoV-2.
Kasus pada anak juga terjadi sebelumnya, namun keduanya sudah sembuh. Total anak-anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Senin (25/5/2020) tercatat ada empat kasus. Untuk saat ini, aturan pembukaan sekolah dengan konsep kenormalan baru bagi siswa di Solo masih terus dimatangkan.
“Jangankan 15 Juni. Masuk saat Juli pun masih pikir-pikir. Bisa jadi nanti 30 persen di sekolah, 70 persen di rumah, atau 50 persen di sekolah, 50 persen di rumah,” kata Rudy.
Rudy mengatakan infrastruktur sekolah masih disiapkan. Termasuk mekanismenya nanti seperti apa saat pembelajaran di lingkungan sekolah.
"Karena kalau jaga jarak, ruangannya enggak akan cukup," katanya.
Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Pembukaan Sekolah Di Solo, Rudy: Jangankan Juni, Juli Saja Masih Pikir-Pikir!"