Dia menyebutkan jumlah penumpang pesawat yang melalui bandara tersebut kurang lebih 4.000-4.500 orang per hari. Goentoro menargetkan dengan adanya KA bandara, paling tidak Bandara Adi Soemarmo bisa mengambil pasar sekitar 2-10 persen dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta.
"Kalau sekarang jumlah penumpang di Bandara Adi Sucipto sekitar 18.000-20.000 penumpang per hari. Memang salah satu pertimbangan adanya KA bandara ini adalah membagi kelebihan kapasitas dari Yogyakarta yang sangat besar dan Solo yang kapasitasnya masih terbuka lebar," katanya.
Sebelumnya, mengenai Xpressair, General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman mengatakan maskapai tersebut merupakan pindahan dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Menurut dia, sebelumnya Xpressair melayani Yogyakarta-Kalimantan, namun dengan pindahnya bandara Yogyakarta ke lokasi baru, maskapai tersebut memindahkan rute ke Solo.
"Alasannya, kalau mereka ikut pindah ke bandara yang baru, maskapai ini belum memiliki alat PBN (Performance Based Navigation). Jadi harus pakai satelit, akhirnya manajemen memutuskan peralihan rute ke Solo," katanya.