Peneliti asal Belanda, Van Erp, memulai penelitian Candi Ngawen pada 1920. Ia melakukan ekskavasi dan mengeringkan lahan sawah yang menjadi lokasi candi. Salah satu keunikan Candi Ngawen adalah keberadaan arca singa yang menopang empat sisi bangunan candi. Gaya ukiran arca singa menyerupai lambang singa pada negara Singapura serta berfungsi untuk mengaliri air hujan yang keluar melalui mulut arca.
6. Candi Sewu
Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi atas perintah Rakai Panangkaran serta Rakai Pikatan. Meskipun rajanya beragama Hindu, namun Kerajaan Mataram mendapat pengaruh kuat dari Wangsa Syailendra yang beragama Buddha.
Candi Sewu berdampingan dengan Candi Prambanan, sehingga Candi Sewu termasuk dalam kawasan wisata Candi Prambanan. Sewu dalam bahasa Jawa berarti seribu. Jumlah tersebut menunjukkan candi tergabung pada gugusan yang jumlahnya besar, namun sesungguhnya tidak mencapai 1.000 candi.
Candi Sewu terdiri atas 249 candi, 1 candi utama, 8 candi pengapit, dan 240 candi perwara. Candi sewu mempunyai empat pintu gerbang menuju pelataran luar. Candi utama terletak di pelataran persegi dengan luas 40 meter persegi yang dikelilingi pagar dari susunan batu setinggi 0,85 meter.
7. Candi Sambisari
Candi Sambisari berlokasi di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini bercorak Hindu beraliran Syiwa. Diperkirakan, Candi Sambisari dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Rakai Garung, Raja Mataram Hindu dari Wangsa Syailendra. Candi ini ditemukan secara tidak sengaja oleh petani yang sedang mencangkul di sawahnya.
Setelah digali, ternyata ada batuan berhiaskan pahatan. Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah. Hal ini membuatnya tidak tampak dari kejauhan. Kompleks candi dikelilingi dua lapis pagar. Candi utama yang mengarah ke arah barat dalam kondisi relatif utuh. Sementara, tiga candi perwara yang berhadapan dengan candi utama hanya tersisa batur atau semacam fondasi.
Demikian 7 peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dapat dijumpai di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Peninggalan-peninggalan tersebut kini menjadi objek wisata yang menarik untuk dikunjungi.