7 Mitos Larangan Pernikahan Adat Jawa, Nomor 5 Dianggap Bulan Keramat

Ary Wahyu Wibowo
Ilustrasi menikah. Foto: dok.

7.  Anak terakhir menikah dengan anak terakhir

Mitos larangan pernikahan adat Jawa, anak terakhir menikah dengan anak terakhir tidak disarankan di antaranya karena anak bungsu paling dimanja. Anak terakhir paling banyak diperhatikan karena paling kecil dibanding kakak-kakaknya. 

Hal ini membuat karakter sang anak terakhir cenderung lebih manja. Jadi jika anak terakhir menikah dengan anak terakhir, diyakini akan sering ego sendiri dan kekanak-kanakan. Bahkan dimungkinkan saling mengadu ke orang tuanya jika ada masalah.

Demikian 7 mitos larangan pernikahan adat Jawa, percaya atau tidak percaya dikembalikan kepada pribadi masing-masing individu.

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Contoh Teks MC Pernikahan Islami Bahasa Jawa, Singkat dan Elegan

57 tahun lalu

Urutan Temu Manten Adat Jawa, Mulai dari Prosesi Jelang Hajatan hingga Acara Puncak

57 tahun lalu

Suku di Jawa Barat, Dominan Sunda tapi Berbagai Etnis di Nusantara Ada

57 tahun lalu

Mengenal Sifat Orang Jawa Tengah, Gaya Bicara Lembut hingga Pilih Mengalah

57 tahun lalu

Mayoritas Medan Suku Apa? Ternyata Ini Jawabannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal