Polda Jateng menyebut situasi Kota Semarang sudah kembali kondusif. Aktivitas warga di sekitaran Balai Kota Semarang sudah normal kembali.
Di sisi lain, Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang Prof Gunarto dan tim mendatangi Polrestabes Semarang, Selasa (27/8/2024). Mereka meminta polisi segera membebaskan mahasiswa yang terlibat aksi demo.
Dia meminta polisi menerapkan restorative justice. Salah satu pertimbangannya; para mahasiswa itu sedang menyampaikan aspirasi soal kondisi negara. Aksi mereka ini perlu dikawal sebab menyuarakan aspirasi masyarakat luas, tak hanya Kota Semarang dan Jateng, namun suara rakyat Indonesia.
“Pendekatan represif ini merugikan mahasiswa, khususnya yang ditahan. Para mahasiswa harus melanjutkan pendidikannya. Kalau ada penyidikan jangan dimolorkan, tapi dipercepat karena mereka itu para aktivis yang cerdas, pasti bisa menjawab dengan waktu singkat sehingga penyidikan bisa ditangani dan dia bisa keluar,” ucapnya.
Gunarto menilai ada pemicu para pengunjuk rasa hingga melakukan kericuhan, ditambah tembakan gas air mata dan peluru karet yang mengenai massa aksi.