Menurut dia, longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air sungai di kawasan tersebut meningkat drastis. Kondisi itu membuat bantaran sungai tidak mampu menahan beban tanah di atasnya.
“Kejadian ini akibat curah hujan tinggi Ada rumah warga ikut kena longsor di bantaran sungai. Warga di sini sangat khawatir sekali khususnya yang di sepanjang sungai,” katanya.
Material longsor menyeret bagian dapur, kamar mandi, hingga kamar tidur rumah warga. Tanah ambles sedalam sekitar 10 meter dengan panjang titik longsoran mencapai 100 meter.
Saat kejadian, para penghuni rumah langsung berlari menyelamatkan diri ke luar rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa rumah warga terbawa longsor tersebut.
Pemerintah Kota Semarang melalui Kecamatan Banyumanik telah mengeluarkan larangan menempati rumah di titik rawan longsor. Selain tiga rumah yang rusak parah, masih terdapat belasan rumah lain di bantaran sungai yang dinilai berisiko.
Warga berharap ada penanganan serius dari pemerintah agar kejadian rumah warga terbawa longsor tidak kembali terjadi dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa.