“Kali ini saya akan jelaskan, ada tiga orang yang positif. Yang pertama sudara kita dari Desa Kentong Kecamatan Cepu yang baru pulang dari Jakarta, dalam kondisi sakit dijemput keluarga. Setelah dirapid test, hasilnya positif sehingga saat ini diisolasi di RSUD Cepu,” katanya.
Petugas juga melakukan tracking atau penelusuran riwayat kontak pasien tersebut. Hasilnya terdapat dua orang dicurigai terpapar yakni saudara dan tetangga, karena sempat berinteraksi dengan pasien. Mereka kini diisolasi dan dua hari ke depan akan dirapid test.
“Sementara yang kedua adalah saudara kita (laki-laki) yang tinggal di Perumda. Memang sudah lama sakit dan pada 9 April meninggal dunia. Setelah dites swab kemarin, hasilnya dari Pemprov Jateng menyatakan positif corona. Kita sudah tracking keluarga, saudara dan tetangganya,” katanya.
Dari hasil tracking pasien meninggal, istrinya dinyatakan positif berdasarkan rapid test corona. Uji cepat corona dilakukan tenaga kesehatan pada Minggu 19 April. Untuk memastikan kondisinya, dalam dua hari ke depan akan dilakukan tes swab agar hasilnya lebih jelas.
“Ini perlu kehati-hatian. Saudara-saudara kita di rumah sakit baik dokter dan tenaga medis yang pernah merawat pasien tersebut juga kita isolasi. Secara teknis akan dijelaskan Direktur RSUD,” katanya.