“Kita tidak minta dibedakan, namun ada etika. Ini pendidik guru dan kejadian yang menimpa untuk meninkatkan prestasi siswa,” katanya.
Paman IYA, Rohman Agus Sukamto mengatakan atas nama keluarga IYA meminta maaf kepada keluarga korban atas musibah yang ada. Mereka juga ikut berbelasungkawa dan berharap korban mendapatkan tempay yang kebih mulia.
“Keluarga sepenuhnya menyerahkan kepada pihak berwajib atas proses hukumnya. Kami mohon maaf,” katanya.
Sejak awal, IYA, tidak pernah lari seperti yang diberitakan. Hal itu membuat anak dan istrinya takut dan tertekan. Mereka juga syock dengan bullying yang ada di medsos, dan lingkungan yang kurang mendukung.
“Ini menjadi risiko, namun kami mohon penegak hukum menjadikan perhatian,” ucapnya.