Disebutkan dia terakhir menggunakan ATM akhir Agustus di depan Polres Pekalongan. Setelah itu tiba-tiba uang saldo berkurang .
"Saya khawatir lalu memblokir ATM agar tabungan tidak terkuras habis. Beberapa teman saya ada yang hilang antara Rp2, 5 juta hinggaRp 10 juta," ujarnya.
Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, menyebutkan saat ini masih menyelidiki kasus skimming tersebut. Nasabah yang menjadi korban skimming di ATM Polres Pekalongan tersebut sudah dimintai keterangan.
"Kita masih melakukan penyelidikan terkait kasus skimming ini, korban sekitar 20 orang dengan kerugian bervariasi Rp2,5 juta- Rp10 juta," jelas Kapolres, Kamis (10/9/2020).
Saat ini Polres Pekalongan dan Bank BRI menyatakan sedang menginvestigasi mengenai kejadian tersebut.