“Yang jaga Pak Eko selaku sekuriti di IGD. Ada dua orang yang masuk dengan luka tembak dan membawa senjata. Mereka naik motor matic Honda Beat. Begitu dirawat langsung pulang. Sekitar jam 11-an, baru dari Reskrim datang,” kata juru parkir RSUD Soeselo Slawi Kabupaten Tegal, Yusar.
Sayangnya pihak rumah sakit baru melaporkan kejadian tersebut selang tiga jam kemudian, setelah kedua pasien dengan luka tembak tersebut pulang. Satreskrim Polres Tegal hingga Sabtu sore masih memeriksa tiga orang saksi dari RSUD Dokter Soeselo Slawi, yakni dua petugas medis dan seorang dokter jaga.
Namun, saat salah seorang petugas medis yang dimintai keterangan oleh wartawan menolak berkomentar banyak. “Yang masuk tadi dua orang,” kata Edi Suroso, petugas medis.
Hingga saat ini aparat kepolisian dari Polres Tegal masih belum memberikan keterangan resmi. Pascakejadian penembakan polisi di Cirebon, aparat Polres Tegal memperketat penjagaan Mapolres dengan mengerahkan tambahan personel dari Sat Brimob Polda Jateng.