Menurutnya, fee sebesar Rp3,6 miliar diserahkan dalam dua tahap di Hotel Gumaya Semarang. Dari pengajuan DAK Rp100 miliar itu, realisasi yang akhirnya bisa dicairkan sebesar Rp94 miliar.
Sementara Tasdi menerangkan bahwa DAK untuk Purbalingga dialokasikan melalui perubahan APBN 2017. Dia mengakui memperoleh cara untuk mengurus DAK tersebut dari Yahya Fuad. "Saya diberi tahu oleh Pak Bupati Kebumen, karena Kebumen mendapat Rp100 miliar," ungkap Tasdi.
Dia menambahkan, Yahya kemudian memberitahu agar pengurusan dilakukan melalui anggota DPR yang berasal dari dapil Purbalingga.
Terkait adanya fee yang harus diberikan di muka sebelum DAK cair, Purbalingga mendapatkan realisasi DAK sebesar Rp48 miliar.
Seperti diketahui Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan diseret ke meja hijau atas dugaan kasus suap pengurusan DAK Kabupaten Kebumen.
Pada saat sidang dakwaan Rabu (20/3/2019) terungkap pula jika politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu terlibat dalam pengaturan DAK Kabupaten Purbalingga. Dalam dakwaannya, Taufik disebut menerima Rp3,6 miliar dari Yahya Fuad, sementara dari Tasdi mendapat Rp1,2 miliar.