Dia berharap polisi bisa secepatnya mengusut keracunan yang menyebabkan putri ketiganya meninggal dunia.
Sementara Nur Syafia Rahma (5) korban keracunan cokelat tampak lemas di ruang perawatan anak RS Budi Rahayu. Di tangan kirinya, masih terpasang selang infus, ibunya Nur Rose Firdaus, menunggu di sampingnya.
“Anak saya masih lemas dan mengeluhkan pusing serta mual, namun mulai membaik. Dia membeli cokelat bareng dengan teman- teman mainnya, kemarin sore. Setelah makan langsung mual, muntah dan lemas, sehingga saya bawa langsung ke Rumah Sakit Budi Rahayu,” kata ibunda Nur Syafia Rahma, Nur Rose Firdaus.
Dia menyebutkan, tampilan cokelat ini memang menarik, bungkus cokelat mermaid yang berwarna-warni dengan gambar putri duyung. Harganya juga terhitung murah hanya Rp500 per buahnya dan dijual di warung dekat rumahnya.
Dokter RS Budi Rahayu, Sieren Amalina menyebutkan, bahwa pasien saat ini sudah mulai membaik. “Dari pemeriksaan sementara, pasien diduga keracunan makanan jenis cokelat tersebut. Namun untuk memastikan akan dicek laboratorium,” kata dr Sieren Amalia.