Dia menambahkan, meskipun sudah diperintahkan kepada anggota, khusus dalam memakamkan jenazah PDP maupun positif Covid-19, namun tidak setiap anggota langsung siap berangkat, dengan mengenakan pakaian hazmat dan alat pelindung diri (APD) lengkap. Mengingat kejadian semacam itu, tak bisa diprediksi.
“Memang sudah saya turunkan surat perintah tugas, tapi ada yang ready dan tidak. Begitu ada informasi, saya langsung kontak pak Kasat Sabhara, saya tanyakan anggota yang siap, segera pakai hazmat, APD, jadi ini sifatnya dadakan, " ucapnya.
Dia mengingatkan, ibadahnya seorang polisi yakani ketika mampu beri perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Termasuk ikut memakamkan jenazah Covid-19, merupakan bagian dari ibadah.
“Dasarnya pengabdian adalah ibadah. Ibadahnya polisi ya melindungi dan mengayomi masyarakat, titik. Ya itu saja mas. Saya yakin mereka ikut terlibat memakamkan jenazah, bukan karena ingin dapat penghargaan," katanya.