Wujudkan KOTAN, BNN Kota Bandung Ajak Ormas dan LSM Perangi Narkoba

Agus Warsudi
BNN Kota Bandung menggelar raker Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba dengan sejumlah pimpinan ormas dan LSM. (Foto: istimewa)


Perda Pelaksanaan P4GN itu, ujar Tedy Rusmawan, harus terus diupayakan sampai ke level paling bawah, dari tingkat RT, RW, hingga masyarakat luas. Semua harus diberikan bekal dan pengetahuan mengenai pentingnya memiliki ketahanan diri dan keluarga dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba.

"Untuk mewujudkan semua itu, DPRD Kota Bandung akan terus melakukan pendampingan terhadap Pemkot Bandung agar Perda Nomor 5 tahun 2021 benar-benar berjalan sesuai harapan," ujar Tedy. 

Menurut Ketua DPRD Kota Bandung, program P4GN harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menciptakan generasi bangsa cerdas, mandiri, berkualitas dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba. 

Tedy Rusmawan mengapresiasi BNN Kota Bandung yang telah menggelar kegiatan rapat kerja dengan sejumlah ormas dan LSM. "Ini penting karena sebagian besar mereka (pegiat ormas dan LSM) merupakan tokoh yang sehari-hari berhubungan dengan  masyarakat. Apalagi hampir 100 persen ormas di Kota Bandung hadir dalam kegiatan ini. Ini merupakan energi buat BNN dan Pemkot Bandung untuk dapat menggerakan potensi mereka," tutur Ketua DPRD Kota Bandung.

Ketua pelaksana raker yang juga Subkoordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung Saras Putri Utami  mengatakan, tujuan pelaksanaan rapat kerja ini untuk mendorong terwujudnya KOTAN  dengan memberdayakan keorganisasian di lingkungan masyarakat, seperti ormas dan LSM. 

"Diharapkan, dalam pelaksanaan P4GN, mereka berpartisipasi secara mandiri dengan diukur melalui IKP (Indeks Kemandirian Partisipasi) dan IKOTAN (Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba)," kata Saras.
 
Saras menyatakan, agar KOTAN terwujud di Kota Bandung, tentu diperlukan ketahanan masyarakat yang merupakan salah satu variable dan kemandirian partisipasi P4GN di lingkungan organisasi kemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Bandung AKBP Deni Yus Danial mengatakan, Indonesia sedang darurat narkoba. Hasil survei LIPI dan BNN pada 2019, hampir 4,5 juta warga Indonesia terpapar dalam penyalahgunaan narkoba.

Hal yang sangat menyedihkan, kata Kepala BNN Kota Bandung, Jawa Barat merupakan peringkat teratas dalam penyalahgunaan narkotika dengan jarum suntik, yakni mencapai 20 persen atau sekitar 13.000 lebih pengguna jarum sutik. 

Ini sangat bertolak belakang dengan slogan Jawa Barat juara lahir batin. "Kita ternyata juara  pengguna jarum suntik," kata Ketua BNN Kota Bandung.

Menurut AKBP Deni Yus Danial, ada dua ancaman besar. Pertama, penyalahgunaan dan kedua peredaran. Kedua-duanya tentu harus mendapatkan penanganan secara serius. Jadi tidak hanya pemberantasan, tetapi pencegahan harus dilakukan secara bersamaan.

"Pelaksanaan  P4GN, melibatkan seluruh komponen bangsa, termasuk diantaranya peran dan sejumlah ormas dan LSM.  Rapat kerja ini, bertujuan agar mereka dapat menghadirkan P4GN, baik di lingkungan ormas maupun di luar organisasi," ujar AKBP Deni Yus Danial.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemkot Bandung Dukuh Penuh Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

57 tahun lalu

Jelang Konvoi Persib, Ini Skenario yang Disiapkan Pemkot Bandung

57 tahun lalu

Kasat Narkoba Polres Kutai Kartanegara Ditangkap, Kasus Apa?

57 tahun lalu

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Kutai Kartanegara, Sita Sabu 1,5 Kg

57 tahun lalu

3 ASN Pemkot Bandung Kedapatan Langgar Aturan WFH, Keluyuran ke Luar Kota

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal