WHO Minta Uji Klinis Vaksin Sinovac Diperpanjang, Ini Alasannya

Arif Budianto
Vaksin Covid-19 Sinovac. (Foto: Ist)

Dengan diperpanjangnya uji klinis fase 3 ini, kata Kusnandi, akan diketahui kekuatan antibodi vaksin terhadap virus Covid-19. Karena, bila dilihat berdasarkan periode tiga bulanan, antibodi vaksin Sinovac masih sangat tinggi, lebih dari 90 persen. 

Kusnandi mengatakan, jangka waktu kemampuan vaksin membentuk antibodi penting diketahui untuk merencanakan program vaksinasi. Seperti halnya vaksinasi divteri, dilakukan selama empat kali serta vaksin influenza lainnya yang daya tahannya tidak lebih dari dua tahun.

"Ini kan vaksin yang dihasilkan dari virus yang dimatikan, kemampuannya tidak mungkin seumur hidup. Maksimal satu tahun, dua tahun sudah tidak terlalu bagus lagi. Nah ini yang ingin kami ketahui," ucapnya.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hasil Uji Klinis Disebut Tak Konsisten, Sinovac Pastikan Kemanjuran Vaksin Covid

57 tahun lalu

Ini Pembelaan Ridwan Kamil soal 25 Relawan Uji Klinis Vaksin Positif Covid-19

57 tahun lalu

25 Relawan Uji Klinis Vaksin Terpapar Covid-19, Mayoritas Bergejala Ringan

57 tahun lalu

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Belum Selesai, Persentase Kemanjuran Bisa Berubah

57 tahun lalu

Ridwan Kamil Klaim Tak Perlu Divaksin karena Relawan Uji Klinis, Ini Kata Ketua Tim Riset

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal