BANDUNG, iNews.id - Ancaman bencana di Indonesia tak hanya datang dari bencana hidrometrologi, tetapi juga bencana geologi, seperti gempa bumi. Hal ini tak lepas dari keberadaan sumber gempa bumi yang terbentuk akibat interaksi empat lempeng tektonik.
Empat lempeng tersebut, Eurasia, Indo-Australia, Samudera Pasifik, dan Laut Filipina, terdapat di Indonesia. Mereka bergerak dengan kecepatann masing-masing dan kapanpun bisa menimbulkan gempa bumi dan tsunami.
Menurut Minster dan Jordan, pada 1978 dalam Yeats tahun 1997, mulai dari Lempeng Benua Eurasia bergerak lambat ke arah tenggara dengan kecepatan sekitar 0,4 sentimeter (cm) per tahun.
Kemudian Lempeng Samudera Indo–Australia yang bergerak ke arah utara dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun. Lempeng Samudera Pasifik yang bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 11 cm per tahun. Terakhir Lempeng Laut Filiphina yang bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 8 cm per tahun.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono mengatakan, pertemuan antarlempeng tersebut mengakibatkan terbentuknya cekungan muka, cekungan belakang, jalur magmatik, pola struktur geologi dan sumber gempa bumi, yaitu, zona subduksi, zona kolisi, dan sesar aktif.