Warga Ngamprah KBB Tolak Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah, Ini Alasannya

Adi Haryanto
Warga Kampung Cikupa, Desa Cilame, Ngamprah, KBB, memasang spanduk penolakan terhadap rencana pembangunan TPST di wilayah mereka. (Foto/MPI/Adi Haryanto)

Dadan Sunarya menuturkan, memang lahan yang dipakai untuk TPST itu adalah milik pemda karena sudah dibebaskan dari warga. Namun posisinya sangat berdekatan dengan permukiman, sehingga itu yang jadi keberatan warga. Apalagi nantinya dalam sehari ada sekitar 30 ton sampah dari tiga desa, yakni Cilame, Mekarsari, dan Ngamprah yang dibuang ke TPST tersebut. 

"Tidak kebayang nantinya di sini seperti apa. Lalu lalang truk sampah, belum lagi mungkin akan ada para pemulung, makanya warga tetap akan  menolak rencana ini," tutur Dadan Sunarya.

Sementar aitu, Kepala Dusun Cikupa, Desa Cilame Cecep Anang membenarkan sudah ada pertemuan antara pihak konsultan, Pemda KBB yang diwakili Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Ngamprah, dan Bapelibangda KBB. Saat pertemuan itu disampaikan rencana pembangunan TPST di Kampung Cikupa peruntukan bagi tiga desa. 

"Kalau keterangan dari pihak konsultan, sampah basah nantinya akan dijadikan pupuk organik dan mogot. Sedangkan sampah kering untuk dijadikan batu bata. Tapi warga saat itu juga langsung menolak," kata Cecep Anang.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap Air Situ Ciburuy KBB Hitam dan Bau Diduga Kuat akibat Pencemaran Limbah Pabrik

57 tahun lalu

Jemaah Haji KBB Pulang 1 Agustus 2022, Disarankan Tidak Langsung Gelar Syukuran

57 tahun lalu

Situ Ciburuy Tercemar dan Bau Menyengat, DLH KBB Periksa Sampel Air

57 tahun lalu

Lantai Rumah Warga Cisarua KBB Ambles dan Dinding Retak seusai Diguyur Hujan Deras

57 tahun lalu

Perbaiki Jalan Perbatasan KBB-Bandung, Pemerintah Butuh Anggaran Rp8 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal