Warga Khawatir Aktivitas Tambang Rusak Pegunungan Sanghyang di Kars Citatah KBB

Adi Haryanto
Keberadaan kawasan kars di Cipatat, KBB, harus dijaga kelestariannya dari aktivitas tambang agar tidak ada kerusakan lingkungan yang berdampak pada kehidupan masyarakat di sekitarnya. (Foto: iNews.id/Adi Haryanto)

Namun berbeda dengan kondisi di lapangan, aktivitas penambangan tetap berlangsung. Seperti menggunakan alat berat di sisi timur, utara, hingga bagian puncak pegunungan. Lokasinya diketinggian dikhawatirkan memicu masalah lingkungan, mulai dari kekeringan hingga longsor batu. 

"Kalau ada longsor batu dari atas gimana? Terus jika di bagian hulu rusak, mata air Cipaneguh yang dipakai puluhan hektare lahan pertanian di Desa Ciptaharja hingga Rajamandala, bakal terancam," tuturnya. 

Warga lainnya, Irfan (36), meminta ada pengendalian yang jelas mengenai industri tambang di KBB. Semestinya wilayah pegunungan asri seperti Sanghyang justru tak ditambang. Tapi lebih baik dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Aktivitas tambang boleh saja, tapi jangan di wilayah yang dilindungi agar dampak lingkungannya bisa diminimaisir. Jangan daerah hutan yang masih asri dibabat juga," harapnya. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jalan Rusak akibat Dilintasi Truk Besar, Bupati Kuningan Tutup Penambangan Pasir

57 tahun lalu

Program Pengeboran Sumber Air Kebaikan Partai Perindo Disambut Antusias Warga Sikka NTT

57 tahun lalu

Fenomena Aneh Sumber Air Muncul di Lahan Tandus Gegerkan Warga Gunungkidul

57 tahun lalu

Jelang 1 Suro, Sumber Air di Malang Berwarna Merah Darah dan Beraroma Wangi

57 tahun lalu

Gempa Terkini M4,8 Guncang Tuban Jawa Timur, Kedalaman 10 Km

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal