"Yaitu, melakukan penanganan sampah yang lebih ekstra dari sumbernya. Upaya-upaya ini perlu melibatkan publik,” ujar Ferry Kurnia Rizkiyansyah.
Menurut Ferry, pola desentralisasi penanganan sampah bukan hal yang baru. Gerakan-gerakan sejenis sudah banyak contohnya, kuncinya di kesadaran masyarakat, edukasi yang terus berlanjut dan kolaborasi multisektor.
Ferry berharap pemilihan dan pemilahan sampah di Bandung Raya lebih berbudaya. Percepatan penanganan dan pengurangan sampah di Bandung Raya harus segera dilakukan.
"Sebab pada 2024, Bandung Raya akan pindah TPA, dari Sarimukti ke Legok Nangka," tutur Ferry.
“Kita harusnya belajar dari (tragedi longsor TPA) Leuwigajah. Sarimukti pada dasarnya hanyalah TPA sementara. Pemprov Jabar perlu segera menyelesaikan pembangunan TPPAS Legok Nangka karena Sarimukti sudah overload. Kebutuhannya mendesak,” ucapnya.