“Amang bohong ka saya, iyeu dagang keneh. Iyeu nu ngaracun barudak jadi marabok, maling, gelut nepi ka silih paehan. (paman bohong ke saya, ini masih dagang. Ini yang meracun anak-anak jadi pemabuk, maling, berantem sampai saling bunuh),” kata Kang Dedi dengan suara keras dan mata melotot.
Lantaran kecewa, Dedi langsung meminta aparat Desa dan Satpol PP menindak Mang Ganda. Niatnya membantu mencarikan solusi pun sirna karena kebohongan tersebut.
“Kenapa berbohong? Kalau tidak bohong saya bantu tadi. Sekarang proses saja. Sok inum ku Amang, sok inum. Inum! (Coba minum ciu ini oleh paman, coba minum. Minum!),” ucap Dedi dengan nama tinggi.
Mang Ganda beralasan tetap berjualan miras tersebut lantaran masih terlilit utang. Dia diharuskan tetap membayar sejumlah miras yang kemarin baru dirazia petugas.
Pemilik barang haram tersebut, tutur Ganda, adalah seorang oknum anggota TNI asal Purwakarta yang biasa dipanggil Abang.