Waduh, Petani Pantura Subang Gunakan Sungai Tercemar Limbah untuk Pengairan Sawah

Yudy Heryawan Juanda
Petani Blanakan Subang menggunakan air Sungai Cilamaya yang tercemar limbah pabrik untuk mengairi sawah. (Foto: iNews.id/Yudy Heryawan Juanda)

SUBANG, iNews.id - Sejumlah petani di pantura Kabupaten Subang terpaksa menggunakan air sungai tercemar limbah pabrik untuk menyiram padi. Hal ini mereka lakukan karena sulitnya mendapatkan air untuk persawahan akibat musim kemarau.

Penggunaan air sungai tercemar limbah pabrik itu terjadi di Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan. Di desa tersebut ratusan hektare tanaman padi terancam kekeringan akibat kesulitan untuk mendapatkan air.

Tampak petani menggunakan mesin pompa menyedot air dari Sungai Cilamaya yang berwarna hitam pekat. Petani tak peduli lagi dengan buruknya kualitas air yang digunakan.

Dengan upaya seperti ini pun petani harus mengeluarkan biaya tambahan Rp300.000 untuk sekali menyedot air. 

Menurut petani, terpaksa memanfaatkan air Sungai Cilamaya yang sudah tercemar limbah karena khawatir tanaman padi yang sudah berumur tiga bulan terancam gagal panen.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kekeringan Meluas, Ratusan Warga Subang Gelar Salat Minta Hujan

57 tahun lalu

Sumur Warga Kalilunyu Cirebon Keruh dan Berbau, Diduga Tercemar Limbah TPA

57 tahun lalu

Air Sungai Cibeet Hitam dan Bau Busuk, Warga 3 Desa di Karawang Mengeluh

57 tahun lalu

Pantai Selatan Gunungkidul Tercemar Minyak Mentah, Biota Laut Banyak Mati

57 tahun lalu

Petani di Bojongsoang Bandung Terpaksa Pakai Air Sungai Citarum agar Sawah Tak Kekeringan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal