Waduh, Jabar Masuk 3 Besar Provinsi Paling Rawan Politik Uang di Pemilu 2024

Agung Bakti Sarasa
Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty menjelaskan seputar kerawanan politik uang saat Pemilu 2024. (Foto: iNews.id/Agung Bakti Sarasa)


Lolly lantas menguraikan alasan dari ad hoc menjadi pelaku politik uang. Selain karena masa kerjanya sebentar, mereka pun dekat dengan kepentingan dan dekat dengan konflik.

Kemudian, gaji penyelenggara ad hoc tidak terlalu tinggi. Sebab mereka memang melakukan kerja-kerja pengabdian.

"Dalam posisi seperti itu, maka penyelenggara ad hoc menjadi sangat rentan, sebagai pelaku politik uang," ucapnya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Presiden Jokowi: Pemerintah Siap Dukung MK Kawal Pemilu 2024

57 tahun lalu

Anggota Bawaslu Gunungsitoli Divonis 1 Tahun Penjara Kasus Pungli Honor Pokja

57 tahun lalu

DKPP Sidangkan Komisioner Bawaslu Tulang Bawang Barat, Diduga Tutupi Laporan Politik Uang

57 tahun lalu

Bawaslu Lampung Terima 13 Laporan Dugaan Politik Uang di Pilkada 2024

57 tahun lalu

2 Timses Terjaring OTT Serangan Fajar di Serang Banten, Uang Rp7,5 Juta Diamankan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal