Ratusan pengungsi di RW 10 ini, lanjut Asep, tidak semuanya rumahnya mengalami rusak berat. Namun hampir 70 persen dari 354 KK mengalami kerusakan sedang maupun ringan akibat gempa tersebut.
"Pengungsi ini, tidak semuanya ambruk tapi rumahnya yang mengalami kerusakan di bagian dinding-dinding rumahnya. Apalagi gempa susulan sepekan ini terus terjadi dan dirasakan warga meski kecil. Jadi malam itu semua warga tidur di tenda," ujar Asep.
Asep menambahkan jika siang hari, sebagian warga beraktivitas di rumah untuk masak dan nyuci. Dan ketika malam datang, mereka balik ke tenda, karena khawatir gempa terus terjadi.
Sementara Kapolsek Sukalarang, AKP Asep Jenal Abidin membenarkan ada sebagian pengungsi mengalami sakit demam, namun untuk jumlahnya masih dalam pendataan pihak puskesmas.
"Kalau untuk jumlahnya (yang sakit) ada di puskesmas, kemarin ditangani langsung oleh tim Posko dari Puskesmas Sukalarang," ujar Kapolsek Sukalarang, AKP Asep Jenal Abidin.