Waduh, 1.089 Warga Cimahi Idap Gangguan Jiwa, Banyak Terdiagnosa Skizofrenia

Adi Haryanto
Ilustrasi gangguan jiwa. (Foto: Dok)


Pandemi Covid-19 yang terjadi selama dua tahun juga ikut berpengaruh. Pasalnya, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya, sehingga mengakibatkan permasalahan ekonomi. Kondisi itu jadi pemicu seseorang terganggu jiwanya.

"Tingginya angka penyakit tersebut, harus jadi perhatian. Terlebih dalam penanganan gangguan jiwa perlu kerja sama dengan masyarakat, karena terkadang ada yang melakukan pemasungan terhadap mereka yang jiwanya terganggu," katanya.

Dia menyebutkan, terdapat kendala dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa. Seperti masih minimnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit gangguan jiwa, tidak adanya rumah singgah, serta penanganan setelah sembuh. Belum lagi perilaku di masyarakat yang terkadang memandangnya sebagai aib.

"Masih ada masyarakat mengucilkan mereka (penderita sakit jiwa), padahal penting mereka itu bisa diterima dan diobati secara berkala. Belum adanya rumah singgah juga jadi kendala, karena itu dibutuhkan untuk memberikan ruang tampung dan ruang aman bagi penderita," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Salurkan Bantuan, Jessica Tanoesoedibjo Berharap Masyarakat Lebih Memperhatikan ODGJ

57 tahun lalu

Viral ODGJ asal Bandung Telantar di Panti Rehabilitas Cilacap, Begini Respons Dinsos Jabar

57 tahun lalu

RSUD Otista Soreang Bandung Siap Rawat Caleg Stres Gagal Lolos Pileg 2024

57 tahun lalu

Perusak Patung Bunda Maria di Mimika Ternyata Gangguan Jiwa, Langsung Dikirim ke RSJ Abepura

57 tahun lalu

40 ODGJ Berat di Sukabumi Dirawat di RSJ Marzoeki Mahdi, Biaya Ditanggung Pemkab

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal