Ditegaskannya, kabar yang beredar bahwa yang mengalami kerusakan bagian plafon tidak benar. "Bukan plafon yang ambrol. Jadi sekat tersebut struktur materialnya berbeda dengan yang lainnya. Yang lainnya strukturnya facade kaca, yang keseluruhannya tidak terjadi masalah apa pun," kata dia.
Informasi yang diperoleh dari BMKG Kertajati, lanjut Nurul, kecepatan angin pada saat kejadian, di angkat 58 knot atau 107 km per jam. Kecepatan angin itu, tambah dia, merupakan yang paling kencang terjadi di sekitar Bandara Kertajati.
"Kejadian rusaknya dinding sekat musala tersebut tidak mengganggu sama sekali kegiatan operasional yang berada di Bandara Internasional Kertajati. Untuk fasilitas lainnya baik di sisi udara seperti ruang tunggu, apron, runway dan sebagainya juga dalam keadaan baik dan di sisi darat seperti checkin counter serta fasilitas lainnya juga dalam keadaan baik," ujar Nuril Huda.
VP of Corporate Secretary & General Administration, Dian Nurrahman menjelaskan, video yang beredar merupakan karya amatir. Saat kejadian, jelas dia, sedang berlangsung event explore SMK Se-Jawa Barat, tetapi sudah selesai pada pukul 14.00 WIB.
Kendati demikian, masih ada aktivitas loading barang untuk membersihkan area lantai 3 di Bandara Kertajati. "Masih ada aktivitas keramaian di lantai 3," ucap dia.