General Manager (GM) PT PJB UP Muara Tawar Lavi Rumandioko mengatakan, unit pembangkit listrik ramah lingkungan ini telah mendapatkan penghargaan 4 kali proper hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH)K. Sejak lama pihaknya telah berkomitmen menjadi mitra pembangunan Jabar melalui program corporate social responsibility (CSR). Karenanya, PT PJB UP Muaratawar telah berulang kali menerima penghargaan tersebut.
Lavi memaparkan, sejak 2014 lalu perusahaannya telah menggulirkan berbagai program CSR unggulan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar PT PJB UP Muaratawar berdiri, tepatnya di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
"Kami bersama masyarakat sekitar menjalankan berbagai program, mulai produksi batik khas betawi, pengolahan sampah daur ulang, budidaya dan produk olahan lele, hingga pengembangan ekowisata berupa hutan mangrove," katanya.
"Jadi tahun ini kita integrasikan semua melalui kerja sama dengan Dinas Pariwisata Jabar. Selain ada kampung batik khas betawi dan pengembangan pengolahan daur ulang sampah terpadu, kita juga integrasikan dengan ekowisata hutan mangrove," sambung Lavi seraya menyebutkan bahwa pihaknya sudah menanam sekitar 70.000 pohon mangrove.
Pihaknya berharap masyarakat penerima manfaat CSR unggulan PT PJB UP Muara Tawar dapat hidup mandiri melalui berbagai program CSR yang digulirkan pihaknya. Seiring dengan hal tersebut, taraf hidup masyarakat pun bisa meningkat signifikan.
"Dari tahun ke tahun, program CSR ini terus meningkat, apalagi batik yang kami kembangkan adalah batik khas Betawi "Seraci", sehingga kami pun bisa mengangkat produk lokal," kata dia.