Tim Covid-19 FK-Unpad bekerja sama dengan Prodi Kimia-FMIPA ITB kemudian mengembangkan teknologi pembuatan kit ekstraksi berbiaya murah dan berkapasitas tinggi. Pengalihan sistem sentrifugasi ke sistem pemompaan vakum membuat proses ekstraksi RNA virus tidak lagi membutuhkan biaya yang sangat mahal.
Produk inovatif lainnya yaitu VitPAD-iceless Transport System, sebuah Viral Trasport Medium (VTM) karya Unpad yang memiliki ketahanan dan keamanan untuk penyimpanan dan transportasi sampel virus di suhu ruang. Ketergantungan akan VTM impor yang mahal menjadi kendala utama dalam pemeriksaan Covid-19 sehingga persediaan semakin menipis di Indonesia.
Selain itu, penyimpanan sampel VTM yang harus berada di suhu 2-8 derajat celcius juga menjadi kendala, karena membutuhkan icebox dengan pengamanan berlapis. Keterbatasan ini mendorong Tim Covid-19 Unpad untuk membuat VTM sendiri.
Inovasi kelima yaitu Chilli miniCycler, mesin PCR konvensional portabel yang dapat dioperasikan baik di dalam laboratorium, lab sentinel, maupun dalam kondisi lapangan. Mesin ini dapat bekerja secara independen maupun terkontrol melalui smartphone.
“Chilli miniCycler memiliki kelebihan sebagai alat portabel yang berukuran kecil sehingga mudah dibawabawa di tas punggung dan dapat diadaptasikan pada kondisi lingkungan kerja yang bervariasi,” kata Savira.
Mesin PCR portabel ini juga memiliki open system. Artinya, mesin ini dapat digunakan dengan memanfaatkan reagen merek apapun yang ada di pasaran. Selain itu, mesin ini diproduksi oleh kemampuan rekayasa teknis lokal.