Ular sawo kopi yang masuk rumah warga tersebut, tutur Aep, kemungkinan berasal dari kebun atau sawah. Hewan melata yang ditangkap bersembunyi di bawah lemari tersebut berukuran panjang 50 sentimeter (cm) dan diameter 1,5 cm.
"Ular itu masuk ke kolong lemari dan membuat pemilik rumah khawatir digigit. Kalau tokek ditangkap saat sedang bersembunyi di atas lemari," tuturnya.
Menurut Aep Mulyana, ular kerap muncul dan masuk ke rumah warga salah satu penyebabnya adalah perubahan cuaca. Ular yang semula berada di hutan dan pegunungan terbawa aliran air, dan masuk ke sungai, lalu ke area permukiman warga.
Selain itu, kata Aep, bisa juga akibat habitat alami ular mulai menyempit terdesak oleh permukiman penduduk. Karena itu, warga untuk selalu waspada dengan kemunculan hewan melata tersebut.
Ventilasi rumah, lubang-lubang pembuangan air dan sebagainya, sebaiknya pakai ram kawat, agar ular tidak bisa bebas masuk rumah. "Tetap waapada dan kalau memang kondisinya darurat butuh pertolongan, silakan hubungi anggota kami," ucap Aep Mulyana.