Tuntut Tutup Pasar Ilegal, Pedagang PIC Kepung Kantor Bupati Cianjur

Ricky Susan
Pedagang pasar mengepung kantor Bupati Cianjur, menuntut penertiban pasar ilegal. (Foto: iNews.id/Ricky Susan) 

CIANJUR, iNews.id - Ratusan pedagang Pasar Induk Cianjur (PIC), mengepung Kantor Pendopo Cianjur, Kamis (30/12/2021). Mereka mendesak agar Bupati menutup pasar ilegal yang dinilai menganggu.

Ketua Kebersihan, Keamanan, Ketertiban, Keselamatan Kerja dan Keindahan (K5) PIC, Ujang Koswara mengatakan, para pedagang yang ada di PIC merasa keberatan tentang kenaikan retribusi yang dibebankan kepada pedagang. 

"Sebetulnya para pedagang tidak keberatan kalau memang pemerintah daerah khususnya bisa merealisasikan yang sudah dijanjikan. Termasuk pemindahan pasar tahun 2016, dan pemerintah berjanji tidak akan ada pasar pasar lain selain dari Pasar Induk Cianjur," katanya, Kamis (30/12).

Menurutnya, adanya pasar Bojong Meron dan pasar pasar lain dinilai mengganggu. Dia juga meminta kerja sama antara pemerintah daerah dengan lembaga yang ada di pasar, bagaimana caranya untuk meramaikan PIC.

"Satu saja, pemerintah bisa menutup pasar pasar ilegal, bisa ditertibkan mungkin itu jalan terbaik. Barusan hasil dari audensi, karena pak kadis tidak punya kebijakan, semua tergantung beliau. Pak Bupatinya tidak bisa menemui, makannya retribusi tetap tentang kenaikan kami tolak," ujarnya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tinjau Operasi Pasar di Bogor, Menko Airlangga: Pemerintah Terus Berupaya Stabilkan Harga

57 tahun lalu

Bocah di Cianjur Hilang 2 Hari Ternyata Tenggelam di Sungai, Pencarian Masih Dilakukan

57 tahun lalu

Tragis! Pekerja Tewas Tertimbun Longsor di Cianjur

57 tahun lalu

Buron 6 Hari, Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Anggota LBH Cianjur Ditangkap

57 tahun lalu

2 Pemudik Terseret Arus di Cipendawa Cianjur, Jasad Ditemukan Terpisah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal