“Tahu bahwa adiknya punya penyakit darah tinggi dan lambung berdasarkan hasil pemeriksaan dokter,” kata Aan.
Namun Aan tak menyangka adiknya itu akan pergi secepat ini. Korban selama ini tinggal di rumah sangat sederhana yang terbuat dari bilik bambu bersama kedua anaknya, setelah sang istri meninggal dunia.
“Tidak menyangka, dia meninggal mendadak seperti itu,” ujarnya. Meski begitu, pihak keluarga menerima dengan lapang dada dan meyakini kematian Epin memang sudah takdir Allah SWT.
Epin meninggal mendadak saat akan menyembelih seekor domba kurban di lokasi tanah lapang tak jauh dari masjid. Disaksikan puluhan warga, Epin sudah bersiap di depan domba kedua yang akan disembelihnya. Namun, sebelum menyembelih hewan kurban itu, Epin ambruk menimpa tubuh domba.
Warga yang terkejut dan panik melihat kejadian itu, berupaya mengangkat tubuh Epin. Warga melihat Epin sudah tak sadarkan diri. Saat diperiksa, ternyata sudah meninggal di lokasi.
Untuk lebih memastikan kondisinya, warga membawa Epin ke IGD RSUD Dokter Soekardjo. Dokter yang memeriksa akhirnya memastikan Epin sudah meninggal dunia. Video detik-detik saat korban ambruk direkam warga dan langsung viral di media sosial.