"Keinginan kita bagaimana caranya supaya si pelaku ini ada semacam tindakan, agar ada efek jera. Berlaku buat dia dan lingkungan," katanya.
Dari informasi yang dihimpun, polisi belum melakukan penahanan terhadap pelaku. Keluarga khawatir, masih berkeliarannya FH dapat membahayakan cucu Kanijah.
Ibu dari cucu Kanijah, Sri Wahyuni, menduga jika FH telah merencanakan suatu perbuatan keji terhadap putrinya. Namun perbuatan jahat itu malah dilampiaskan pada ibunya, karena puterinya tak menggubris bujukan pelaku.
"Di hari yang sama, sebelum kejadian, sekitar pukul 09.30 WIB, pelaku menghubungi anak saya melalui WA. Dia membujuk agar anak saya menemuinya untuk terakhir kali. Dia hanya bertemu dengan ibu saya, dan melampiaskan perbuatannya secara membabi buta," tutur Sri Wahyuni.
Keluarga korban menilai FH telah merencanakan perbuatannya. Hal itu terbukti dari pelaku yang telah membekali diri dengan senjata tajam jenis pisau berukuran 25 cm merek Vicenza.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Kapolsek Kadungora Kompol Krisna Irawan belum bisa menjelaskan secara mendetail. Aparat kepolisian Polsek Kadungora hingga kini masih melakukan penanganan terhadap kasus tersebut.
"Benar ada peristiwa penganiayaan yang saat ini tengah ditangani Polsek Kadungora, namun kami belum bisa memberikan keterangan lebih jauh saat ini. Besok akan kita ekspos," katanya.