Menggunakan busur dan anak panah yang terbuat bambu betung. Bambu jenis ini dianggap berkualitas karena batangnya kuat, tebal, dan keras.
Pemilihan bambu tidak boleh dilakukan sembarangan, harus tumbuh ke arah timur, mendapat lebih banyak sinar matahari daripada arah lain.
Kemudian, potong bambu menjadi beberapa bagian untuk membuat busur dan anak panah. Panjang bambu panah disesuaikan dengan panjang tangan pengguna.
Bambu tersebut dikeringkan dengan cara dihancurkan atau dipanaskan di atas bara api dan dibentuk tipis-tipis. Bambu tersebut kemudian diparut halus, diwarnai dan terakhir dipasang pelat besi tempa datar yang tajam.
Sementara itu, tiga bulu ayam atau angsa (satu di atas dan dua di samping) dipasang di alasnya sehingga bisa melesat lurus saat digunakan.