Kata gaskeun tersebut, ujar Enda, disandingkan dengan Babarengan yang artinya gerakan bottom up, bersama. Sebab, yang bergerak adalah rakyat dengan semangat ke-kita-an.
“Gaskeun Babarengan diangkat sebagai narasi bagi Ganjar-Mahfud yang kental Jabar-nya karena untuk menang di Pilpres 2024, kita butuh pesan yang khas untuk menjangkau warga Jabar,” ujar Enda.
Sementara itu, Direktur I Deputi Kinetik Teritorial TPN Putu Gede Mahendra Jaya mengatakan, Gaskeun Babarengan sebagai wujud kepercayaan rakyat Jabar kepada Ganjar-Mahfud.
Mahendra Jaya optimistis gerakan ini akan menjalar menjadi dukungan rakyat Jabar lebih besar lagi. “Sekali lagi, saya yakin semangat yang ada pada diri teman-teman ini akan menular kepada rakyat Jabar lain. Saya ingin semangat itu jangan pernah padam!” kata Mahendra.
Mahendra menyatakan, para tokoh dan masyarakat Jabar yang tergabung dalam Gaskeun Babarengan fokus mengampanyekan Ganjar-Mahfud dari rumah ke rumah.
“Terakhir, saya berharap rekan-rekan fokus pada gerak kampanye, merangkul bukan memukul, door-to door canvassing, buatlah spanduk-spanduk rakyat dan mendata saat pembagian APK, sudah waktunya untuk berjuang untuk menjaga konstitusi, menjaga tegaknya reformasi dan demokrasi Indonesia,” kata Mahendra.
Dalam deklarasi gerakan Gaskeun Babarengan, hadir puluhan tokoh muda Jabar dan ratusan orang lainnya. Mereka pun berkomitmen akan membuat gerakan ini menjadi lebih besar di Jabar.