Terkait Stadion Sidolig, ujar Iwan Bule, stadion ini juga merupakan contoh hebatnya perjuangan Bangsa Indonesia melalui sepak bola. "Setahu saya stadion ini adalah buatan Belanda di awal abad ke-20 yang pembuatnya adalah Frans Sidolig. Saat itu stadion hanya diperuntukkan bagi orang-orang Belanda dan kalangan elitis yang dekat dengan penjajah. Mereka tergabung di VBBO (Voetabal Bond Bandoeng & Omstraken)," ujarnya.
Sedangkan para pejuang-pejuang sepak bola di negeri ini di Bandung yang tergabung di Persib, tutur Iwan Bule, hanya bermain di lapangan-lapangan di pinggiran Bandung. "Namun dengan perjuangan yang dilakukan, anak-anak negeri ini bisa melambungkan prestasi walau dengan fasilitas lapang seadanya," tutur Iwan Bule.
Bahkan setelah VBBO dibubarkan, kata Iwan Bule, Persib yang berprestasi saat itu yang paling pantas menjadikan stadion ini sebagai home base. Akibat kejadian tersebut, Stadion Sidolig hingga kini jadi tempat latihan Persib.
Untuk pertandingan dengan Curacao, Iwan Bule menyerahkan sepenuhnya kepada Pelatih Shin Tae-Yong. Iwan Bule pun mengaku bersedia mengakomodasi segala keperluan yang diminta Oppa Korea kesayangan dan kebanggaan para suporter Indonesia tersebut.
"Strategi, mentalitas, gaya main, tentu sudah dipantau oleh coach Shin Tae-Yong untuk hadapi Curacao. Harapan saya tentunya menang dan akan meningkatkan peringkat Indonesia di FIFA. Bukan tidak mungkin kalau menang, target peringkat 150 dunia atau bahkan di atasnya bisa tercapai," ucap Iwan Bule.