"Dulunya itu, mungkin ini ya perkiraan atau dugaan saya mentalnya itu dia kan dewasa, mungkin dia dapat cerita itu dari orang-orang. Jadi sakapeung kitu sakapeung kieu, seuseuitan (Seperti orang bingung)," ucapnya.
Tokoh masyarakat setempat, H Deris juga mengungkapkan cerita yang sama. Dia menyampaikan, ayah Herang dibunuh oleh massa yang menuduhnya sebagai dukun santet.
Menurutnya, Herang merupakan anak yang polos dan tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal atau penyalahgunaan narkoba.
"Anak itu dahulu orang tuanya juga dibunuh, oleh massa. Jadi ke fitnah jadi tukang eta lah (dukun santet) zaman dulu, menurut keterangan begitu kalau saya kan dulu jarang di rumah. Anaknya polos, tidak pernah terlibat kasus kriminal atau terlibat narkoba," ucapnya.
Sementara itu, dalam kasus ini polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan Herang. Meski sejauh ini polisi tidak menemukan tanda-tanda gangguan mental yang signifikan, mereka tetap akan memanggil psikolog untuk memastikan kondisi pelaku.