Ternak Jangkrik, Cara Yosep Keluar dari Masalah Ekonomi di Masa Pandemi

Asep Supiandi
Yosep Robert, peternak jangkrik asal Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka Purwakarta, menunjukan media budi daya yang dibuat secara sederhana. (Foto: Istimewa) 


Dia menyebutkan, hasil panen ternaknya dijual ke bandar atau pembeli yang datang langsung ke rumahnya. Saat ini harganya Rp20.000/kg dengan kekuatan panen sekitar 200 kg. Dengan hitung-hitungan itu, maka omzetnya bisa mendongkrak kemampuan ekonomi keluarga.

"Harga jangkrik memang sekarang cukup bagus kita targetkan panen ini bisa ratusan kilo dan hasilnya bisa dinikmati untuk memenuhi kebutuhan saat pandemi," ujar dia .

Modal budi daya jangkrik ini, kata dia, dengan modal sendiri dan kini sudah memiliki enam pegawai yang secara telaten merawat jangkrik yang diternak. Harapannya, usahanya bisa terus berkembang dengan hasil panen bisa menembus pasar luar daerah. 

Yosep menambahkan, karena permintaan pasar cukup banyak yang umumnya untuk kebutuhan pakan burung. "Ya Alhamdulilah banyak yang menunggu panen jangkrik. Biasanya bandarnya turun langsung dari luar daerah. Tentu  hal ini berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jelang Sterilisasi KJA, Pembudi Daya Ikan Waduk Saguling KBB Jajaki Kolam Darat

57 tahun lalu

Kecelakaan Bus Wisata dan Truk di Tol Cipali, Sopir Tewas Puluhan Penumpang Luka-Luka

57 tahun lalu

2 Truk Tabrakan di Tol Cipularang, Kernet Tewas Terjepit

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif Purwakarta Cirebon Anti Macet Cipali, Hemat 2 Jam!

57 tahun lalu

5 Tempat Wisata di Purwakarta yang Lagi Booming di TikTok, Harus Coba Sekarang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal