Tempe dan Minyak Langka, Pedagang Oleh-oleh Khas Bandung Terancam Bangkrut

Ervan David
Penjual oleh-oleh keripik tempe khas Bandung terancam gulung tikar jika kondisi tempe dan minyak goreng langka serta mahal terus berlangsung. (FOTO: iNews/ERVAN DAVID)

BANDUNG, iNews.id - Kondisi tempe langka dan minyak goreng mahal tak hanya membuat susah masyarakat, tetapi juga para pedagang oleh-olehkeripik tempe khas Bandung. Jika kondisi ini berlangsung lama, mereka terancam gulung tikar alias bangkrut karena tidak bisa berproduksi. 

Para pedagang oleh-oleh keripik tempe khas Bandung di Pasar Kosambi harus memutar otak agar bisa terus bertahan di tengah kondisi tersebut.

Harga tempe sebagai bahan baku saat ini melambung dari Rp11.000 menjadi Rp12.500. Sedangkan harga satu jiriken minyak goreng mencapai Rp355.000.

Selain itu, para pedagang pun mengalami masalah mahalnya minyak goreng. "Kondisi ini menambah beban dari para perajin keripik tempe. Akibatnya, para pedagang banyak yang merugi dan terancam gulung tikar," kata Ahid, penjual keripik tempe di Kosambi.

Ahdi menyatakan, para pedagang berharap pemerintah dapat menstabilkan harga minyak dan kedelai agar roda perekonomian kembali berjalan.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

KPPU Kanwil III: Ada Indikasi Praktik Kartel di Minyak Goreng

57 tahun lalu

Warga Jabar Diimbau Lapor Polisi jika Temukan Penimbunan Minyak Goreng

57 tahun lalu

Perajin Mogok Produksi, Tahu dan Tempe Menghilang di Pasaran Kota Bandung

57 tahun lalu

Para Perajin Tahu Tempe se-Jabar Mogok Produksi 3 Hari, Begini Suasananya

57 tahun lalu

Polisi Selidiki Dugaan Penimbunan Minyak Goreng di Palabuhanratu Sukabumi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal