"Dengan cara ini diharapkan mengurangi churn, meningkatkan interaksi agen di call center dengan pelanggan, dan terjadi proses otomatis robotik," ujar wanita yang menjabat Ketua Forum Alumni Universitas Telkom (FAST) ini.
Teknologi Metaverse, tutur Sri Safitri, ke depan memungkinkan pelanggan bisa berinteraksi dengan pelayanan Virtual Plasa Telkom secara interaktif mengunakan agen virtual Avatar tiga dimensi guna menjawab keluhan pelanggan.
"Bentuknya bisa berupa kehadiran text to animation dalam mendukung Avatar 3D di virtual Plasa Telkom. Sehingga, gerakan bibir Avatar akan sinkron dengan suara yang disampaikan secara dinamis," tutur Sri Safitri.
Implementasi Metaverse lain, adalah pengembangan platform panggung virtual bagi penggiat dan pelaku kesenian musik, olah gerak (tari), dan stand up comedy, di perusahaan guna menawarkan pengalaman baru interaksi penonton dengan artis.
"Sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang menggunakan super komputer tercanggih NVIDIA DGX A100 yang memungkinkan proses lebih optimal dan lebih cepat, Telkom tentunya sangat siap menerapkan Metaverse dan AI," ucapnya.