"Batas skor zona merah adalah 1,80 dan skor kita (Kota Bandung) adalah 1.81. Hal ini menggambarkan bahwa kondisi Kota Bandung kini sangat kritis sehingga perlu antisipasi dan peningkatan kewaspadaan," ujar Mang Oded seusai rapat terbatas (ratas) Covid-19 di Balaikota Bandung, Rabu (16/6/2021) petang.
Konfirmasi kasus mengalami kenaikan, tutur Wali Kota Bandung, menjadi total sebesar 21.127. Konfirmasi aktif di Kota Bandung meningkat sebesar 6,5 persen atau 577 kasus
dalam satu bulan terakhir dengan total 1.375. Angka kesembuhan Kota Bandung sebesar 91.75% atau sebanyak 19.385 pasien Covid sudah sembuh.
"Angka pasien Covid-19 yang meninggal dunia adalah sebesar 1,74 persen atau sebanyak 367 jiwa. Positivity rate di Kota Bandung di angka 6,62. Angka ini masih cukup tinggi meskipun turun cukup signifikan dari satu bulan terakhir," tutur Wali Kota.
Mang Oded mengatakan, bed occupancy ratio (BOR) atau angka keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bandung sudah masuk ke ambang kritis, yaitu di angka 89.71 persen. Dari 1.749 tempat tidur yang tersedia, telah terisi 1.569 unit.
"Seperti yang kita tahu bahwa RS rujukan tidak hanya menangani pasien Covid 19 yang berasal dari Kota Bandung. Tercatat sebanyak 43,89 persne pasien yang ditangani berasal dari luar Kota Bandung. Perinciannya, dari Kabupaten Bandung 56,41 persen, KBB 8,21 persen, Cimahi 11,62 persen, Sumedang 2,91 persen, dan luar Bandung Raya 20,85 persen," ucap Mang Oded.
Tingkat keterisian rumah isolasi di Kota Bandung kini mencapai 98,4 persen (Penyediaan 64 kamar, terisi 63 kamar). Untuk rumah isolasi yang disediakan Pemprov seperti RS Darurat Secapa TNI AD kini mencapai 72,78 persen (kapasitas 180 tempat tidur, telah terisi 131 unit) dan BPSDM Provinsi Jawa Barat dengan kapasitas 180 tempat tidur, sebanyak 69 orang di antaranya adalah warga Kota Bandung.