Disinggung mengapa pihaknya tidak melakukan upaya pencegahan kegiatan Habib Rizieq Shihab yang menimbulkan kerumunan massa dan akhirnya jadi sorotan publik itu, Burhanudin menuturkan, saat peristiwa itu terjadi, dirinya tidak berada di lapangan.
Meski begitu, kata dia, berdasarkan informasi yang diterima, massa pendukung Habib Rizieq dalam kegiatan di Megamendung lebih dari 3.000 orang. Dia menduga, pencegahan atau pembubaran kerumunan tidak dilakukan dengan pertimbangan keamanan yang dikhawatirkan terjadi benturan.
"Karena info dari lapangan, massa itu pendatang. Kalau massa setempat itu hanya dadah-dadah (melambaikan tangan), langsung masuk lagi. Infonya bukan massa dari daerah situ (Megamendung_," tutur Burhanudin.
Burhanudin juga tidak menjawab pasti saat disinggung soal upaya pencegahan, seperti negosiasi yang dilakukan oleh Pemkab Bogor. "Mungkin ya, Kapolres, Satpol PP dari mulai Kamis malam atau mungkin Rabu siang, sudah melakukan upaya-upaya," kata Sekda Kabupaten Bogor.
Sesuai intruksi yang diterima, ujar Burhanudin, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor telah melakukan pengetesan, termasuk pelacakan kontak erat kepada warga di dua desa tempat berlangsungnya kegiatan yang dihadiri Habib Rizieq, yakni Desa Sukagalih dan Kuta, Kecamatan Megamendung.