Tanggap Darurat Gempa Cianjur Dicabut Bantuan Menipis, Bayi Konsumsi Makanan Dewasa

Mochamad Andi Ichsyan
Lia Lisnawati, pengungsi di Kampung Cariu, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Cianjur. (FOTO: iNews/M ANDI ICHSYAN)

Lia Lisnawati, pengungsi mengatakan, untuk bayi dan balita, warga terpaksa memberi makanan dewasa lantaran kondisi yang memaksa. Kondisi memaksa seperti itu telah berlangsung sekitar 2 bulan atau pascamasa tanggap darurat berakhir.

"Sekarang kan sudah gak ada bantuan lagi. Makanan bayi, susu formula, popok, dan obat-obatan sudah tidak ada. Bahkan jika bayi sakit, warga memberikan obat yang dibeli dari warung," kata Lia Lisnawati. 

Para pengungsi, ujar Lia Lisnawati, sangat berharap ada bantuan lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama makanan dan kebutuhan bayi serta balita.

Muhammad Purnama, pengungsi, mengatakan, sejak masa tanggap darurat berakhir, sudah sangat berkurang, baik dari donatur maupun pemerintah.

"Yang masih berjalan (bantuan masih mengalir) sekarang dari Kemensos untuk dapur umum. Itu juga tidak semaksimal waktu sebelum masa tanggap darurat berakhir," kata Muhammad Purnama.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pangdam Siliwangi Tinjau Penggunaan BIOS 44 DC untuk Budi Daya Ikan Air Tawar di Cianjur

57 tahun lalu

Kasus Tabrak Lari di Cianjur, Keluarga Sugeng Minta Keadilan kepada Presiden Jokowi

57 tahun lalu

MNC Peduli Hadirkan Upin & Ipin di Cianjur, Hibur Anak-anak Pasca Gempa

57 tahun lalu

Kampung Kristen Tertua di Tengah Kota Santri Cianjur, Ada Sejak Bupati Prawiradiredja II

57 tahun lalu

Potret Rumah Lesti di Cianjur, Padukan Desain Natural dan Modern

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal